<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>#StartupLokal &#124; StartupLokal.org</title> <atom:link href="http://startuplokal.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://startuplokal.org</link> <description>The Biggest Startups Community in Indonesia - #StartupLokal</description> <lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 02:00:26 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator> <item><title>Porsi mana yang lebih banyak, content ataukah fitur?</title><link>http://startuplokal.org/2012/02/23/porsi-mana-yang-lebih-banyak-content-ataukah-fitur/</link> <comments>http://startuplokal.org/2012/02/23/porsi-mana-yang-lebih-banyak-content-ataukah-fitur/#comments</comments> <pubDate>Thu, 23 Feb 2012 02:00:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Aby Fajar</dc:creator> <category><![CDATA[Knowledge]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1716</guid> <description><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/02/confused-indecisive-300x200.jpg"/></p>Sesuai dengan judul yang saya angkat, disini saya akan membahas mengenai proposi atau perbandingan,  mana yang harus didahulukan oleh seorang StartUp ketika membangun sebuah situs portal antara fitur yang tersedia di dalam situsnya dengan jumlah content yang dimilikinya. Sebelum bercerita lebih jauh, saya ingin bercerita sedikit mengenai profil diri saya. Saya adalah seorang web developer [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/02/confused-indecisive-300x200.jpg"/></p><p>Sesuai dengan judul yang saya angkat, disini saya akan membahas mengenai proposi atau perbandingan,  mana yang harus didahulukan oleh seorang StartUp ketika membangun sebuah situs portal antara fitur yang tersedia di dalam situsnya dengan jumlah content yang dimilikinya.</p><p>Sebelum bercerita lebih jauh, saya ingin bercerita sedikit mengenai profil diri saya. Saya adalah seorang web developer yang telah berkecimpung dalam dunia web kurang lebih selama 7 tahun. Dari mulai pertama kali saya mendapatkan kerja saya sudah ditempatkan diposisi sebagai seorang web developer(designer dan programer). Sudah hampir sekitar 20 situs telah saya hasilkan dari mulai situs berbasis Portal sampai dengan situs berbasis e-Commerce.</p><p>Sebagai seorang developer tentu saya ingin memiliki portal sendiri, tidak hanya membuatkan web/situs untuk klien saja. Dari keinginan itu lahirlah sebuah portal yang saya anggap menarik yaitu JualanMotor.Com, karena saya memang hobi dengan motor. Ketika pertama kali membuat portal JualanMotor.Com sebagai seorang developer mindset saya adalah dengan fitur yang banyak maka mendatangkan banyak pengunjung dan memperbesar kemungkinan bertambahnya jumlah member.</p><p>Namun seiring berjalannya waktu, saya menyadari ternyata memperkaya fitur membutuhkan waktu yang tidak sebentar apalagi saya masih berstatus sebagai karyawan sehingga waktu saya untuk mendevelop portal saya sangatlah sedikit. Akhirnya sebelum semua fitur yang telah saya rencanakan sebelumnya selesai semua, saya memberanikan diri untuk launching produk saya tepatnya tanggal 7 Februari 2012.</p><p>Disinilah muncul pertanyaan besar di benak saya, <strong>bagaimana semua fitur di portal saya dapat berjalan jika saya belum memiliki content yang banyak ? </strong>ha ha ha disinilah saya menyadari saya telah melupakan satu element penting dari sebuah portal yaitu content.</p><p>Saya mulai membanding-bandingkan dan menganalisa beberapa portal yang saya tau, untuk mengetahui perbandingan antara jumlah fitur yang dimiliki dengan jumlah content yang dimiliki. Ternyata portal yang memiliki banyak member adalah portal yang didalamnya kaya akan content. Disinilah saya mengambil kesimpulan bahwa sebuah <strong>portal yang kaya akan fitur tidak memiliki arti apapun jika didalamnya tidak terdapat content yang updated dan banyak yang mendukung fitur itu sendiri</strong>. Karena user mendatangi web/portal anda pasti bertujuan untuk mencari informasi yang mereka inginkan, bukan untuk sekedar mengetahui teknologi/fitur apa saja yang anda miliki.</p><p>Fitur dapat ditambahkan/diperkaya seiring dengan bertambahnya kebutuhan user, sebelum portal anda besar/ massive janganlah terlalu menjejali user dengan fitur-fitur yang sekiranya user sendiri belum begitu memahami gunanya fitur tersebut untuk dirinya.</p><p>Ketika user mendatangi web/portal anda dan mendapatkan informasi yang mereka cari memiliki kemungkinan 2 kali lipat akan datang  kembali mengunjungi website anda, dibandingkan user mendatangi web anda yang kaya dengan fitur-fitur baru namun tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.</p><p>Contoh sederhananya adalah, di perumahan anda terdapat sebuah swalayan yang cukup besar, tempatnya ber AC, terdapat TV dan Musik di dalamnya dan sebuah toko kelontong yang tidak memiliki AC, tempatnya kecil, tidak ada TV ataupun Musik. Ketika anda mecari tepung terigu segitiga biru, anda tidak menemukan di swalayan tersebut, anda justru menemukannya di Toko Kelontong. Begitu juga ketika anda mecari gula jawa, anda justru menemukannya di Toko Kelontong bukan di Swalayan. Apakah anda akan datang ke Swalayan tersebut jika dikemudian hari anda mencari tepung terigu segitiga biru/gula jawa ? Pastinya anda akan mendatangi Toko Kelontong, karena anda sudah pernah membelinya disana, walaupun sebenarnya saat ini Swalayan tersebut sudah menjual tepung terigu segitiga biru dan gula jawa.</p><p>Buatlah agar user menemukan dulu content yang mereka cari, tawarkan mereka dengan content content alternatif  jika mereka tidak menemukan content yang mereka cari, barulah kita tawarkan fitur-fitur yang kita miliki. Jika user dapat menemukan alternatif content  apalagi menemukan content yang mereka cari akan membuat user betah berlama-lama di web/portal anda.</p><p>Pertanyaannya sekarang adalah, <strong>bagaimanakah agar kita dapat memiliki banyak content sedangkan kita baru dalam dunia portal ? </strong>Sharing sedikit berdasarkan pengalaman saya ketika awal mendevelop JualanMotor.Com, yang saya lakukan adalah mencari content dari portal lain yang serupa yang lebih dahulu dari saya, kemudian saya tawarkan kepada pimilik content dengan cara mengirimkan email atau private message bahwa saya ingin membantu mengiklankan content mereka secara gratis (yang dalam hal ini iklan motor) di dalam website saya dimana mereka tidak perlu lagi repot-repot memasukkan data iklan mereka di web saya, tidak perlu registrasi atau login karena admin saya yang akan membuatkan user untuk mereka dan memasukkan data – data iklan mereka di web saya.</p><p>Untuk data iklan, mereka dapat mengirimkan ke email yang saya berikan, atau dapat melalui PM(private message) yang saya kirimkan ke mereka. Karena saya tau bahwa banyak user yang tidak mau direpotkan dengan proses registrasi dan mengisi form content, terutama untuk portal-portal baru seperti saya yang notabene trafficnya belum tinggi. Ternyata strategi ini cukup jitu dan mendapat respon yang positif dari user, banyak user yang bersedia iklan mereka di pasangkan di web saya. Walaupun perbandingan antara yang mau dengan yang tidak merespon email saya juga cukup besar(dari 20 orang yang saya kirimi email, 5 diantaranya bersedia), tapi ini awal yang baik untuk memperkenalkan web anda ke orang lain, paling tidak ada yang bersedia dipasangkan emailnya.</p><p>Cara ini terus saya lakukan setiap hari, sampai akhirnya dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan saya sudah mengantongi 100 lebih content. Seiring dengan bertambahnya content, traffic hit web saya dari hari ke hari pun terus naik dari yang hanya 7 unique visitor per harinya kini sudah mencapai 163 unique visitor(hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan). Angka yang sangat memuaskan untuk saya, karena saya tau bahwa kompetitor saya sangatlah banyak dan saya tidak memiliki campaign kusus seperti yang dilakukan banyak portal lain. Disinilah saya dapat membuktikan kepada diri saya sendiri bahwa analisa saya benar bahwa semakin saya memperkaya content semakin banyak orang yang mau mendatangi web saya.</p><p>Uraian di atas hanyalah sebatas analisa singkat dari saya, jika dianggap dapat dijadikan masukkan silahkan digunakan namun apabila ada yang tidak sependapat mohon dimaafkan.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2012/02/23/porsi-mana-yang-lebih-banyak-content-ataukah-fitur/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Creating APPS as Your Effective Marketing Tool</title><link>http://startuplokal.org/2012/02/07/creating-apps-as-your-effective-marketing-tool/</link> <comments>http://startuplokal.org/2012/02/07/creating-apps-as-your-effective-marketing-tool/#comments</comments> <pubDate>Tue, 07 Feb 2012 02:00:58 +0000</pubDate> <dc:creator>ThomasFM</dc:creator> <category><![CDATA[Knowledge]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1660</guid> <description><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/02/GambarArticleCreatingApps-300x200.jpg"/></p>Pemasaran merupakan ujung tombak sebuah perusahaan, bila Anda memiliki bisnis tetapi Anda tidak dapat menjual produk Anda, maka dapat dipastikan perusahaan anda akan mengalami kebangkrutan. Tetapi didalam memasarkan produk biasanya kita menemukan beberapa tantangan, antara lain: Kita menemui banyak kompetitor yang menjual barang sejenis dengan kita. Kita mengalami kesulitan dalam menyampaikan informasi atau manfaat produk [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/02/GambarArticleCreatingApps-300x200.jpg"/></p><p>Pemasaran merupakan ujung tombak sebuah perusahaan, bila Anda memiliki bisnis tetapi Anda tidak dapat menjual produk Anda, maka dapat dipastikan perusahaan anda akan mengalami kebangkrutan.</p><p><strong> Tetapi didalam memasarkan produk biasanya kita menemukan beberapa tantangan, antara lain:</strong></p><ol><li>Kita menemui banyak kompetitor yang menjual barang sejenis dengan kita.</li><li>Kita mengalami kesulitan dalam menyampaikan informasi atau manfaat produk kita kepada.</li><li>Kadang kala kita menawarkan pada waktu yang tidak tepat sehingga menimbulkan penolakan.</li><li>Calon konsumen tidak memiliki keinginan dalam membeli produk kita karena mereka tidak menemukan kebutuhan akan produk kita.</li><li>Kita harus mempekerjakan banyak tenaga pemasar sehingga kita harus mengeluarkan cost pemasaran yang besar padahal belum tentu mereka bisa menjual produk Anda.</li></ol><p>Jawaban untuk  mengatasi masalah  diatas adalah dengan APPs, karena APPs merupakan sebuah senjata pemasaran yang sangat luar biasa.</p><p><a
href="http://www.futuremediatrix.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/GambarArticleCreatingApps.jpg"><img
class="alignnone size-full wp-image-277" src="http://www.futuremediatrix.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/GambarArticleCreatingApps.jpg" alt="" width="567" height="331" /></a></p><p>Pertanyaannya apa itu Apps dan bagaimana Apps dapat mengatasi semua masalah diatas ?</p><p>Apps adalah  istilah yang di populerkan oleh Steve Jobs untuk Mobile Application.</p><p><strong>Caranya sangatlah sederhana, Anda hanya perlu 3 langkah dalam menciptakan Apps, yaitu:</strong></p><ol><li>Pertama adalah cari tahu masalah yang paling dihadapi oleh calon konsumen Anda.</li><li>Kedua adalah ciptakan sebuah Apps untuk memecahkan masalah tersebut.</li><li>Ketiga biarkan calon konsumen Anda mendownload Apps itu secara gratis, dan Anda tinggal menunggu order secara otomatis datang kepada Anda.</li></ol><p><strong>Lalu pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana caranya?</strong></p><p>Saya berikan 3 buah contoh:</p><p>Yang pertama Anda seorang memiliki bisnis Agent Property. Kesulitan yang sering ditemui oleh calon pembeli Anda, antara lain:</p><ol><li>Mereka sulit menemukan rumah yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka.</li><li>Mereka tidak tahu bagaimana cara menentukan property yang sesuai dengan kebutuhan mereka.</li></ol><p>Solusinya Anda ciptakan sebuah Apps yang dapat membantu mereka dalam menentukan property yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dimana didalam apps tersebut terdapat pilihan kebutuhan mereka (misalnya: untuk investasi, untuk tempat tinggal, untuk kantor, untuk bisnis makanan, dll) dalam membeli property kemudian langsung keluar panduannya property apa yang sesuai dengan kebutuhan mereka, yang kemudian terhubung dengan database kita sehingga mereka dapat langsung membeli property tersebut, atau diapplikasi tersebut juga kita masukan fitur untuk langsung menelpon atau email kita untuk bikin appointment dulu untuk melihat langsung propertynya.</p><p>Yang kedua Anda seorang penjual kosmestik. Kesulitan yang sering ditemui oleh calon pembeli Anda, antara lain:</p><ol><li>Mereka sulit menemukan kosmestik yang cocok dengan kebutuhan mereka.</li><li>Mereka tidak tahu bagaimana merias wajahnya.</li><li>Jika mereka pun harus mencoba setiap kosmetik tentunya akan memakan banyak biaya dan hasilnya juga belum tentu bagus.</li></ol><p>Solusinya Anda ciptakan sebuah Apps simulasi untuk make over, dimana mereka dapat menfoto wajahnya kemudian bisa mencoba memakai produk-produk kosmestik sesuai dengan variasi produk yang kita punya. Setelah mereka melakukan make over dengan applikasi dan terlihat cantik. Masukan juga fitur untuk langsung membeli dari produk yang telah mereka gunakan, dengan begitu mereka dengan senang hati membeli produk Anda.</p><p>Yang ketiga Anda seorang agent keuangan cari masalah apa yang sering ditemui calon konsumen Anda, antara lain:</p><ol><li>Banyak orang yang kesulitan dalam merencakan keuangan mereka.</li><li>Jika mereka pun sudah memiliki asuransi seringkali mereka kesulitan dalam menabung secara rutin tiap bulannya.<br
/> Solusinya Anda Ciptakan sebuah Apps dimana dengan Apps tersebut dapat merencakan keuangannya sesuai dengan kebutuhan mereka. Dimana terdapat pilihan program misalnya: tabungan untuk membeli rumah, tabungan untuk pensiun, tabungan untuk sekolah anak, dan lain-lain. Dimana applikasi tersebut dapat memberikan gambaran berapa dana yang mereka harus sisihkan tiap bulannya. Selain itu berikan juga fitur  pengingat yang dapat menotifikasi mereka sesuai dengan jadwal menabung mereka.</li></ol> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2012/02/07/creating-apps-as-your-effective-marketing-tool/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Evolusi Business Model Otopedia.com</title><link>http://startuplokal.org/2012/01/27/evolusi-business-model-otopedia-com/</link> <comments>http://startuplokal.org/2012/01/27/evolusi-business-model-otopedia-com/#comments</comments> <pubDate>Fri, 27 Jan 2012 02:00:57 +0000</pubDate> <dc:creator>william</dc:creator> <category><![CDATA[Knowledge]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1653</guid> <description><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/Fullscreen-capture-27012012-11400-277x200.jpg"/></p>Dalam beberapa artikel yang telah saya publikasikan melalui blog ini, saya selalu mengatakan bahwa proses monetization sebuah StartUp di Indonesia sangatlah sulit dilakukan, baik melalui business model eCommerce, subscription maupun jualan iklan. Kesulitan untuk merealisasikan business model eCommerce sudah saya bahas melalui artikel saya dengan judul “eCommerce Indonesia: Bayarnya Pakai Apa, Boss??” Saya tidak melihat [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/Fullscreen-capture-27012012-11400-277x200.jpg"/></p><div
class='et-box et-info'><div
class='et-box-content'>This article is extracted from William Henley&#8217;s blog <a
href="http://www.bizlosophy.com" target="_blank">Bizlosophy.com</a> with his permission</div></div><p>Dalam beberapa artikel yang telah saya publikasikan melalui blog ini, saya selalu mengatakan bahwa proses monetization sebuah StartUp di Indonesia sangatlah sulit dilakukan, baik melalui business model eCommerce, subscription maupun jualan iklan.</p><p>Kesulitan untuk merealisasikan business model eCommerce sudah saya bahas melalui artikel saya dengan judul “<a
href="http://www.bizlosophy.com/2011/10/ecommerce-indonesia-bayarnya-pakai-apa-boss/">eCommerce Indonesia: Bayarnya Pakai Apa, Boss??</a>”</p><p>Saya tidak melihat banyak kasus dimana monetisasi melalui subscription telah berjalan dengan baik dan menguntungkan. Beberapa StartUp yang sepengetahuan saya menerapkan subscription sebagai business model adalah beberapa penyedia aplikasi reader seperti <a
href="http://www.wayangforce.com/">WayangForce</a> &amp; <a
href="http://www.catchthescoop.com/">Scoop</a>. Selain dari itu, ada juga beberapa portal industri yang menerapkan biaya berlangganan (subscription) supaya dapat memperoleh akses ke materi-materi yang ada dalam portal tersebut.</p><p>Saya tidak berani meng-klaim bahwa saya mengerti 100% proses monetization yang diterapkan oleh WayangForce &amp; Scoop, oleh karena itu saya tidak akan membahasnya dalam tulisan saya kali ini.</p><p>Dalam kesempatan ini, saya ingin memaparkan betapa sulitnya untuk menerapkan jual iklan sebagai business model sebuah StartUp.</p><p>Saya yakin jual iklan merupakan business model yang paling sering dipertimbangkan sebagai metode monetisasi oleh banyak StartUp, mungkin karena sudah terbiasa mendengar cerita mengenai banyaknya situs-situs web yang mendapatkan income dengan cara menjual iklan.</p><p>Portal otomotif milik saya, <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a> awalnya dibuat dengan strategi monetisasi melalui subscription (berlangganan) dan jual-iklan. Melalui tulisan ini, saya akan bercerita tentang evolusi proses monetisasi yang telah dilalui oleh <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a>.</p><p>&nbsp;</p><p><a
href="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/Otopedia277x435rss.gif"><img
class="alignleft size-full wp-image-1654" title="Otopedia" src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/Otopedia277x435rss.gif" alt="" width="277" height="435" /></a>Filosofi <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a>didasarkan oleh keinginan untuk memberikan alternatif media promosi kepada pelaku bisnis jual-beli mobil, baik individual maupun showroom. Selama ini, media paling dominan dan paling efektif adalah dengan memasang iklan baris di beberapa surat-kabar harian dengan harga sekitar Rp.150.000,- per dua baris kolom per hari.</p><p>Melihat biaya pemasangan iklan baris yang tidak sedikit ini, saya berpendapat alangkah baiknya apabila saya dapat membangun sebuah platform iklan mobil via internet dengan menawarkan layanan berlangganan bulanan yang menurut saya akan jauh lebih murah dibandingkan dengan pasang iklan via iklan baris di surat kabar.</p><p>Versi awal <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a> ditawarkan kepada showroom mobil dengan biaya berlangganan Rp.500.000,- per bulan tanpa batasan banyaknya mobil yang boleh di-listing. Strategi ini tidak berhasil karena sebagian besar pemilik showroom yang kita tawarkan tidak melihat ’value’ yang ditawarkan oleh<a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a>.</p><p>Mungkin pemikiran pemilik showroom adalah ”Buat apa juga saya bayar Rp.500.000,- per bulan, kalau hasilnya tidak ada. Lebih baik saya bayar Rp.150.000,- per mobil per hari tapi mobil saya punya kemungkinan lebih tinggi untuk terjual.” Selain itu, mungkin para pemilik showroom berpikir tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli perangkat komputer dan juga akses internet yang dibutuhkan untuk melakukan upload iklan ke<a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a>.</p><p>Melihat kondisi di atas, saya melakukan penyesuaian dengan menurunkan harga berlangganan menjadi Rp.250.000,- per bulan. Tetap saja tidak banyak animo dari para pemilik showroom.</p><p>Akhirnya sesudah beberapa lama tidak melihat perkembangan yang positif, saya memutuskan untuk melakukan survey lapangan sekali lagi ke para pemilk showroom tersebut. Pada saat itu juga saya memutuskan untuk menghapuskan biaya berlangganan menjadi ”0” (nol rupiah) tanpa mengurangi fitur. Tapi pada saat ini juga saya mendapatkan respons yang cukup mengagetkan dari para pemilik showroom. Hampir semua pemilik showroom mengatakan bahwa mereka tidak keberatan apabila <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a>mau datang mengambil foto mobil-mobil yang di showroom mereka dan upload dilakukan oleh staff <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a>. Akan tetapi mereka tidak akan mengalokasikan waktu dan sumber daya manusia untuk kegiatan tersebut, walau biayanya GRATIS.</p><p>Tentu saja saya terhenyak dengan kondisi di lapangan yang demikian challenging.</p><p>Kondisi lapangan di atas praktis berarti bahwa apabila saya menginginkan content yang fresh &amp; ter-update di <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a>, maka saya harus memiliki pasukan yang luar biasa besar untuk mendatangi showroom-showroom yang ada di seluruh Indonesia dan mengelola listing dari showroom tanpa dibayar sama sekali.</p><p>Berhubung karena untuk segment otomotif diperkirakan akan sulit untuk mendapatkan biaya berlangganan dari pengiklan maupun dari user, maka<a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a> harus bisa monetisasi sebagai penjual iklan, yang mana hanya bisa dilakukan apabila traffic dan content sudah tinggi dan memiliki nilai jual kepada calon advertiser.</p><p>Saat tulisan ini dibuat, <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a> memiliki traffic sekitar 2500 unique visitors per hari, yang mana dari sudut pandang calon pengiklan masih belum memiliki value yang cukup untuk pemasangan iklan.</p><p>Bisa saja <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a> memutuskan untuk melakukan investasi untuk meningkatkan traffic &amp; unique visitors hingga mencapai tahap yang menarik pemasang iklan. Pertanyaannya adalah apakah biaya yang muncul dalam proses meningkatkan traffic tersebut sebanding dengan revenue yang muncul dari pengiklan? Buat saya sebagai pemilik <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a>, rasanya biaya marketing yang harus dikeluarkan masih belum sebanding dengan revenue yang bisa diraih dari penjualan iklan.</p><p>Akhirnya, saya memutuskan untuk merubah konsep <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a> menjadi portal otomotif yang user-generated-content dan mengandalkan word-of-mouth marketing dan Search Engine Optimisation untuk generate traffic. Setidak-tidaknya dengan cara begini, <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a> bisa sustain sebagai sebuah layanan yang bermanfaat dan berkembang secara organik tanpa membutuhkan biaya operasional yang tinggi.</p><p>Tulisan saya ini bermaksud menunjukkan bahwa strategi monetisasi bukanlah sesuatu yang mudah dan bisa dianggap remeh. Strategi monetisasi juga selalu terkait dengan biaya marketing yang sering kali tidak sebanding dengan potensi revenue yang bisa diperoleh. Hal inilah yang benar-benar harus dipahami dan dicermati oleh teman-teman kita pelaku StartUp.</p><p>Jika ada teman-teman yang merasa mampu untuk membantu saya untuk meningkatkan traffic ke <a
href="http://www.otopedia.com/">Otopedia.com</a> hingga mencapai tahap yang memiliki nilai jual yang tinggi kepada advertiser tetapi tanpa menguras kantong, silahkan segera menghubungi saya untuk bekerjasama.</p><p>Jika program marketingnya sukses dan sustainable, mungkin bisa juga di-implementasikan ke startup-startup lainnya sebelum mereka pada berguguran karena gagal memperoleh revenue yang sustainable, ataupun sebelum mendapatkan dana investasi dari Venture Capital.</p><p>Ditulis oleh:</p><p><strong>William Henley</strong></p><p><a
href="http://www.linkedin.com/in/WilliamHenley">My LinkedIn Profile</a></p><p>My Twitter: <a
href="http://www.twitter.com/WilliamBotak">@WilliamBotak</a></p><p>Silahkan subscribe ke <a
href="http://www.bizlosophy.com/feeds">RSS Feeds</a> supaya Anda di-informasikan mengenai makalah-makalah saya yang berikutnya.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2012/01/27/evolusi-business-model-otopedia-com/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Merevolusi Kerja Praktek</title><link>http://startuplokal.org/2012/01/14/merevolusi-kerja-praktek/</link> <comments>http://startuplokal.org/2012/01/14/merevolusi-kerja-praktek/#comments</comments> <pubDate>Sat, 14 Jan 2012 02:00:42 +0000</pubDate> <dc:creator>Natali Ardianto</dc:creator> <category><![CDATA[Knowledge]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1646</guid> <description><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/wanted-intern2-300x200.jpg"/></p>Kerja Praktek (KP) merupakan bagian dari program kampus untuk membantu mendekatkan mahasiswanya dengan dunia kerja. Rata-rata Kerja Praktek biasanya part-time dan memakan waktu 3 bulan, walau saya juga pernah melihat Kerja Praktek full time dan memakan waktu satu semester (6 bulan). Walau idenya bagus, namun sering kerja praktek ini terkadang menjadi solusi yang tidak win-win, [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/wanted-intern2-300x200.jpg"/></p><p><a
href="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/wanted-intern2.jpg"><img
class="alignright size-full wp-image-1647" title="wanted-intern2" src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/wanted-intern2.jpg" alt="" width="338" height="274" /></a>Kerja Praktek (KP) merupakan bagian dari program kampus untuk membantu mendekatkan mahasiswanya dengan dunia kerja. Rata-rata Kerja Praktek biasanya part-time dan memakan waktu 3 bulan, walau saya juga pernah melihat Kerja Praktek full time dan memakan waktu satu semester (6 bulan).</p><p>Walau idenya bagus, namun sering kerja praktek ini terkadang menjadi solusi yang tidak win-win, baik bagi pemberi kerja maupun pencari kerja. Pertama, biasanya dari KP hampir tidak menghasilkan apa-apa. Yang didapatkan dari KP rata-rata hanya pengalaman kerja yang monoton, dan terkadang seperti seorang <a
href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peon" target="_blank">pion</a>, yang tidak memiliki job description yang jelas dan diminta untuk mengerjakan tugas-tugas yang karyawan lain enggan lakukan.</p><p>Terbersit pikiran, kenapa KP tidak diarahkan untuk mengembangkan startup? Saat ini orang-orang non-tech yang memiliki ide brilian kesulitan untuk mendapatkan karyawan, dan sebagian besar dikarenakan kurangnya dana. Sedangkan banyak mahasiswa komputer yang luntang-lantung dalam mencari KP, karena mereka sering tidak diberikan posisi atau pekerjaan yang strategis dimana mereka bisa memanfaatkan secara optimal kemampuan dan pengetahuan mereka.</p><p>Jadi cara kerjanya adalah, perusahaan atau individu yang sedang ingin mengembangkan startups dapat menuliskan idenya. Juga dituliskan kompensasi atau gaji yang hendak diberikan ke calon peserta KP. Jika memang startups tersebut bootstrapping atau memiliki dana yang tidak banyak, bisa memberikan <a
href="http://www.investopedia.com/terms/e/equity-compensation.asp#axzz1jLq5Gupw" target="_blank">Equity Compensation</a> kepada peserta KP. Startup saya <a
href="http://www.tiket.com" target="_blank">tiket.com</a> cuma membutuhkan waktu 3 bulan untuk mengembangkan situs tersebut hingga launching, jadi 6 bulan adalah waktu yang sangat banyak. Rata-rata startups butuh <a
href="http://blog.startupcompass.co/discover-the-patterns-of-successful-internet" target="_blank">5-7 bulan</a> untuk siklus pertamanya.</p><p>Keuntungan bagi peserta KP, mereka mendapatkan <strong>real startups experience</strong> dimana mereka memperoleh entrepreneurial experience of building startup first hand. Keuntungan bagi perusahaan adalah cost effectiveness. Mari akui saja banyak perusahaan yang masih mau menerima KP hanya karena biayanya yang rendah, bahkan saya sering dengar ada yang mengerjakan KP secara gratis. Keuntungan tambahan untuk founder adalah mereka dapat melakukan <a
href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proof_of_concept" target="_blank">proof of concept</a> mereka secara efisien. Hey, Groupon saja walau dapat investasi USD 1 juta tetap <a
href="http://pcmac-solutions.com/wordpress/the-groupon-story-started-with-wordpress/" target="_blank">pakai WordPress untuk awalnya</a> karena mereka ingin membuktikan konsep mereka.</p><p>Jika ada rekan startups berpikir ini merupakan feasible idea, ayo kita coba mulai terapkan dengan posting ide-ide kalian di kategori #StartupLokal Jobs yang baru di <a
href="http://startuplokal.org/jobs/categories/internship/">http://startuplokal.org/jobs/categories/internship/</a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2012/01/14/merevolusi-kerja-praktek/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Startup Asia</title><link>http://startuplokal.org/2012/01/10/startup-asia/</link> <comments>http://startuplokal.org/2012/01/10/startup-asia/#comments</comments> <pubDate>Tue, 10 Jan 2012 03:10:22 +0000</pubDate> <dc:creator>joshua</dc:creator> <category><![CDATA[Event Announcement]]></category> <category><![CDATA[penn olson]]></category> <category><![CDATA[singapore]]></category> <category><![CDATA[startup asia]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1637</guid> <description><![CDATA[<p><img
width="300" height="222" src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/startup-asia-singapore-2-300x222.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="startup-asia-singapore" title="startup-asia-singapore" /></p>Calling all  entrepreneurs, start-up founders and investors located in Asia. In less than a month time, Penn Olson &#8211; the Asian Tech Blog is going to hold Startup Asia Singapore. To be exact, it will be on 2nd and 3rd February 2012, at Singapore Post Centre. More about Startup Asia: For what: Startup Asia Singapore [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
width="300" height="222" src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/startup-asia-singapore-2-300x222.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="startup-asia-singapore" title="startup-asia-singapore" /></p><p><a
href="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/startup-asia-singapore-2.jpg"><img
class="size-medium wp-image-1638 alignright" title="startup-asia-singapore" src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2012/01/startup-asia-singapore-2-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a>Calling all  entrepreneurs, start-up founders and investors located in Asia. In less than a month time, <strong>Penn Olson &#8211; the Asian Tech Blog</strong> is going to hold <a
href="http://penn-olson/com/startup-asia" target="_blank"><strong>Startup Asia Singapore</strong></a>. To be exact, it will be on <strong>2nd and 3rd February 2012</strong>, at <strong>Singapore Post Centre</strong>.</p><p>More about Startup Asia:</p><p><strong>For what:</strong> Startup Asia Singapore showcases newly launched and product-ready tech startups. It showcases only startups which are born in Asia. Of course, Startup Asia Singapore will have, as the name suggests, more startups that originate from Singapore.</p><p><strong>For who:</strong> Early stage startup investors and entrepreneurs who wants to showoff your product. Tech enthusiasts are welcome to join us too. All entrepreneurs who are attending Startup Asia Singapore will be included in a list which will be sent to our list of investors.</p><p><strong>Key Events:</strong></p><p><strong>Coffee Chats</strong> with some of the most renowned names in Asia: <strong>Alvin Yap (TMG), Arvind Rajan(LinkedIn), Dr. Serkan Toto(TechCrunch), James Tong(Gobi Partners), Saumil Navanati(Chalkboard), Steven Goh(mig33), Shailendra Jit Singh(Sequoia Capital India), Tatsuo Tsutsumi (GREE Ventures)</strong> to name a few. The rest of the speakers is <a
href="http://www.penn-olson.com/startup-asia-key-folks/" target="_blank">here</a></p><p><strong>Startup Arena</strong>: a competition where about 10 to 15 Startups will pitch and challenge for <strong>US$10,000</strong> in cash. Only one will be able to walk away with the check.</p><p>Are you interested? Of course, right? So together with Penn Olson, #StartupLokal <strong>will give out 10 free tickets!</strong> (worth more than <strong>$3000</strong> in total!) Simply answer the question: <strong>Why do you deserve the free ticket?</strong> For example: I want to go to Startup Asia because I have a product that will launch to solve a common problem among the nations. Just send it to <strong>all[at]startuplokal.org</strong> and <strong>cc it to best[at]startuplokal.org</strong> (p.s. you need to <strong>send it to both</strong> or you won&#8217;t qualify for one)</p><p>See you at the event, guys!</p><p>Penn Olson &#8211; Startup Asia Singapore presentation:</p><div
id="__ss_10584352" style="width: 425px;"><strong
style="display: block; margin: 12px 0 4px;"><a
title="Startup Asia Singapore | Tech In Asia by Penn Olson " href="http://www.slideshare.net/ameliachen/startup-asia-singapore-tech-in-asia-by-penn-olson-10584352" target="_blank">Startup Asia Singapore | Tech In Asia by Penn Olson </a></strong> <iframe
src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/10584352" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" width="425" height="355"></iframe></div> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2012/01/10/startup-asia/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>BOOST Conference Brings Silicon Valley to Indonesia</title><link>http://startuplokal.org/2011/12/29/boost-conference/</link> <comments>http://startuplokal.org/2011/12/29/boost-conference/#comments</comments> <pubDate>Thu, 29 Dec 2011 02:30:48 +0000</pubDate> <dc:creator>joshua</dc:creator> <category><![CDATA[Event Announcement]]></category> <category><![CDATA[boost conference]]></category> <category><![CDATA[siilicon valley]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1628</guid> <description><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/12/Fullscreen-capture-29122011-14301-300x200.jpg"/></p>The BOOST Conference, which aims to help existing local start-ups grow and mature as scalable companies in the future, is heading to Indonesia, bringing Silicon Valley and Japanese expertise to entrepreneurs in the country. The conference, which will be held on January 17th to 18th, 2012, at the InterContinental Jakarta MidPlaza, will bring speakers such [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/12/Fullscreen-capture-29122011-14301-300x200.jpg"/></p><p><img
class="alignright size-full wp-image-59361" title="BOOST Conference Indonesia" src="http://www.penn-olson.com/wp-content/uploads/2011/11/BOOST-Conference-Indonesia.jpg" alt="" width="274" height="114" /></p><p>The BOOST Conference, which aims to help existing local <a
href="http://www.penn-olson.com/tag/startups/">start-ups</a> grow and mature as scalable companies in the future, is heading to Indonesia, bringing Silicon Valley and Japanese expertise to entrepreneurs in the country. The conference, which will be held on January 17th to 18th, 2012, at the InterContinental Jakarta MidPlaza, will bring speakers such as Tetsuya Mizuguchi (ex-producer of Sega Rally), Brent Hurley (YouTube co-founder), Nils Johnson (Y Combinator), Jameson Hsu (Mochi Meida), Jia Shen (RockYou Asia), and Steven Goh (<a
href="http://penn-olson.com/tag/mig33">mig33</a>).</p><p>At the BOOST event, Indonesian entrepreneurs will be nurtured and given advice directly from the people who have built global tech brands such as YouTube, PayPal, Sega Rally, and more. It’s also a golden opportunity to connect with investors; and as a whole, this is such a great chance for the local start-up ecosystem.</p><p>BOOST, which is run by entrepreneurs for entrepreneurs and by investors for investors, will include panel topics such as:</p><ul><li>Financing start-ups &#8211; Listen to entrepreneurs and <a
href="http://www.penn-olson.com/tag/VC/">VCs</a> as they discuss start-up valuation and financing from both sides of the table.</li><li>Running incubators &#8211; Look behind the scenes of the world’s top incubator programs as they describe different incubation models.</li><li>Start-up life-cycle &#8211; Successful entrepreneurs will share their up and down experience while founding and growing their start-up.</li></ul><p>The conference will also work closely with tech organizations such as <a
href="http://www.penn-olson.com/tag/sparxup">SparxUp</a>, <a
href="http://www.penn-olson.com/tag/jakarta-founders-institute/">Founders Institute</a>, <a
href="http://penn-olson.com/tag/project-eden">Project Eden</a>, and many more, to select the BOOST 50, its list of high potential start-ups based on revenue, user-base and investment to date.</p><p>One of the lead organizers of this event, Ryu Kawano, said to me through email:</p><blockquote><p>I read your article titled <a
href="http://www.penn-olson.com/2011/07/22/indonesia-tech-startup/">“Where Are The Start-up Founders In Indonesia?”</a> and I think you raise a critical point about developing the start-up ecosystem in Indonesia. When I compare Indonesia to other tech communities around the world, what is missing in Indonesia are strong mentors who can guide the younger start-ups.</p><p>That’s why we have tried to bring established entrepreneurs from overseas to Indonesia. BOOST is about creating a forum to allow younger entrepreneurs to interact with their more established peers overseas. We’ve focused on bringing people who’ve done it before in the Valley and Japan.</p></blockquote><p>With incubators such as <a
href="http://www.penn-olson.com/tag/east-ventures-alpha/">East Ventures Alpha</a>, <a
href="http://penn-olson.com/tag/project-eden">Project Eden</a>, <a
href="http://www.penn-olson.com/2011/07/15/batavia-incubator/">Batavia Incubator</a>, <a
href="http://www.penn-olson.com/2011/07/11/ideosource/">Ideosource</a> and now the BOOST Conference itself, making it possible for Valley and Japanese entrepreneurs to come and mentor the local entrepreneurs, hopefully we’ll see an even stronger pool of local products to write about next year.</p><p>BOOST attendance numbers in Jakarta are limited so as to provide an opportunity for small group mentoring sessions with the speakers. To participate, interested entrepreneurs can submit an application form and the business plan pitch to the <a
href="http://www.boost-asia.com/#/registration">BOOST website</a>.</p><p>taken from <a
href="http://www.penn-olson.com/2011/11/20/boost-conference-indonesia/">my post</a> over at <a
href="http://penn-olson.com/author/joshua">Penn Olson</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2011/12/29/boost-conference/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>V.20 &#8211; Outlook 2012</title><link>http://startuplokal.org/2011/12/18/sl-20/</link> <comments>http://startuplokal.org/2011/12/18/sl-20/#comments</comments> <pubDate>Sun, 18 Dec 2011 13:11:55 +0000</pubDate> <dc:creator>#StartupLokal</dc:creator> <category><![CDATA[Meetups]]></category> <category><![CDATA[#StartupLokal Meetup]]></category> <category><![CDATA[meetup]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1622</guid> <description><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/12/future2-300x200.jpg"/></p>KOMPAS.com - The year is 2010, and local startups started to grow in Indonesia. One by one new startup company established and brings color to the Indonesia digital industry. Year 2011 is the year of fierce competition for this aspiring startups, either they grow, sustain or even die. What will happen to the local startup in [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/12/future2-300x200.jpg"/></p><div
class='et-box et-info'><div
class='et-box-content'>This article is extracted and translated from <a
href="http://tekno.kompas.com/startuplokal/read/2011/12/09/17562270/Lima.Area.Basah.2012.untuk.Startup.Lokal." target="_blank">http://tekno.kompas.com/startuplokal</a> titled <em><strong>Lima Area &#8220;Basah&#8221; 2012 untuk Startup Lokal</strong></em> written by <strong>Tenni Purwanti</strong></div></div><p><strong>KOMPAS.com</strong> - The year is 2010, and local startups started to grow in Indonesia. One by one new startup company established and brings color to the Indonesia digital industry.</p><p>Year 2011 is the year of fierce competition for this aspiring startups, either they grow, sustain or even die. What will happen to the local startup in 2012?</p><p>&#8220;In the year 2012 there will be more and more startups established, but there will even more startups died,&#8221; said Rama Mamuaya, founder of Dailysocial.net in the #StartupLokal Meetup v.20 at @atAmerica, Pacific Place, Jakarta, Thursday (8/12/2011). He thinks that the cause of death will be because of the tight competition in year 2012.</p><p>At least there are five categories that are growing in the current startup industry. This is a chance for digital entrepreneurs to develop them into a competitive business in year 2012.</p><p><strong>1. Local Mobile Content</strong><br
/> With the growth of mobile Internet users, startup can develop attractive mobile contents for the local market to look after.</p><p><strong>2. Location Based, NFR, AR Technology</strong><br
/> Location based apps or social network will be a trend in 2012. Besides that, the NFC (Near Field Communication) technology, and also Augmented Reality (AR) technology will be a trend. This two technology is not new, but very few startups have harness the potential of these technologies. Year 2012 will give a promising chance for these two technology to grow.</p><p><strong>3. Game and Music</strong><br
/> Investments in gaming and music industry will be a trend because these two entertainment is very popular to Indonesian. Rama predicts that the Indonesia gaming industry will be growing exponentially in year 2012 if managed properly with the right business model.</p><p><strong>4. User Generated Content</strong><br
/> Indonesian basic personality traits of loving communicating and networking will help startups in the user generated content industry flourish.</p><p><strong>5. Travel</strong><br
/> The travel industry will grow in 2012 because the fact that Indonesia middle class citizens is growing and likes to travel out of town. This will be a field worth exploring.</p><p>Generally, the telecommunication industry will the the driving factor of the local startup growth. Besides that, incubators will be everywhere because investors in every countries wanted for their embraced startups to have a proper competitive value.</p><p>Investors will come from Japan, China and United States, seeing the big market potensials Indonesia had to offer. Local startups will have various learning ground, facilities and the competition will be tighter.</p><p>&nbsp;</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2011/12/18/sl-20/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>JFDI &amp; Singtel Innov8 Bootcamp 2012</title><link>http://startuplokal.org/2011/12/01/jfdi-innov8-bootcamp-2012/</link> <comments>http://startuplokal.org/2011/12/01/jfdi-innov8-bootcamp-2012/#comments</comments> <pubDate>Thu, 01 Dec 2011 10:00:59 +0000</pubDate> <dc:creator>joshua</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <category><![CDATA[innov8]]></category> <category><![CDATA[jfdi asia]]></category> <category><![CDATA[techstars]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1608</guid> <description><![CDATA[<p><img
width="200" height="143" src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/12/jfdi_froggy.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="jfdi_froggy" title="jfdi_froggy" /></p>Calling all startups in Indonesia. We all know about TechStars and Y Combinator and we all wanted to taste the same chance as what people have in Silicon Valley. Now you can, with only a flight away! JFDI(Joyful Frog Digital Incubator) Asia working together with Innov8 Singapore is providing incubation program in Singapore right at [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
width="200" height="143" src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/12/jfdi_froggy.jpg" class="attachment-medium wp-post-image" alt="jfdi_froggy" title="jfdi_froggy" /></p><p><a
href="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/12/jfdi_froggy.jpg"><img
class="size-full wp-image-1613 alignright" title="jfdi_froggy" src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/12/jfdi_froggy.jpg" alt="" width="200" height="143" /></a>Calling all startups in Indonesia. We all know about <a
href="http://techstars.com">TechStars</a> and <a
href="http://ycombinator.com">Y Combinator</a> and we all wanted to taste the same chance as what people have in Silicon Valley. Now you can, with only a flight away! <strong>JFDI(Joyful Frog Digital Incubator) Asia</strong> working together with <a
href="http://innov8.singtel.com/news.html">Innov8 Singapore</a> is providing incubation program in Singapore right at the first month of the next year.</p><p>As the first TechStars Network member in Southeast Asia, JFDI is bringing something unique to the region with Bootcamp, which aims to develop the business potential behind startups which bring something new to Southeast Asia. While the Bootcamp is a 100-days program which will give 15 selected startups not only $15,000 but also intensive mentoring.</p><p>Check out this video by JFDI Asia:</p><p><iframe
src="http://www.youtube.com/embed/GBDJfPDzSr4" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></p><p>&nbsp;</p><p>If you want to join them, the deadline is two weeks away which is on 16th December 2011. The earlier you submit the faster you will get the answer as it will be a rolling application, so you can prepare sooner for the program. In case you are interested please visit their <a
href="http://bootcamp.jfdi.asia">website</a>, their <a
href="http://twitter.com/jfdiasia">Twitter</a> and <a
href="http://youtube.com/user/jfdiasia">YouTube page</a>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2011/12/01/jfdi-innov8-bootcamp-2012/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>V.19 &#8211; NFC (Near Field Communication)</title><link>http://startuplokal.org/2011/11/20/sl-19/</link> <comments>http://startuplokal.org/2011/11/20/sl-19/#comments</comments> <pubDate>Sun, 20 Nov 2011 15:27:57 +0000</pubDate> <dc:creator>#StartupLokal</dc:creator> <category><![CDATA[Event Announcement]]></category> <category><![CDATA[#StartupLokal Meetup]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1598</guid> <description><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/11/nokia-nfc-300x200.jpg"/></p>#StartupLokal &#38; Nokia Indonesia is back with its 19th meetup! We&#8217;ll be talking about the technology that is going to change the way we use our mobile phones. Near Field Communication (NFC) is a short range communication to do transactions, data exchange, and wireless connections between two devices. It can be used as file sharing, exchanging electronic business card, [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/11/nokia-nfc-300x200.jpg"/></p><div
class='et-box et-shadow'><div
class='et-box-content'>What: <strong>#StartupLokal Meetup v.19 &#8211; Near Field Communication (NFC)</strong> When: Thursday, 24 November 2011 18:00 &#8211; 21:00
Where: fCone, fX Plaza floor f7, Jl. Jend. Sudirman &#8211; Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270
How: <strong><a
title="#StartupLokal Meetup v.19" href="http://j.mp/sl-19" target="_blank">REGISTER HERE</a></strong></div></div><p><strong>#StartupLokal</strong> &amp; <strong>Nokia Indonesia</strong> is back with its 19<sup>th</sup> meetup! We&#8217;ll be talking about the technology that is going to change the way we use our mobile phones. Near Field Communication (NFC) is a short range communication to do transactions, data exchange, and wireless connections between two devices.</p><p>It can be used as file sharing, exchanging electronic business card, e-commerce (such as mobile payment, paypal, google wallet, ticketing, boarding pass, point of sales, coupons), mobile gaming, ID card, and much much more.</p><p>See the potential of NFC in this event&#8217;s talkshow. Even Bob McDougall, the president director of Nokia Indonesia thinks Indonesia is going to be the leader in this technology!</p><p><iframe
src="http://www.youtube.com/embed/gDF8cnVElPk" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></p><table
class="easy-table-creator tablesorter" style="width: 100%;"><thead><tr><th>Time</th><th>Rundown</th><th>Speakers / PIC</th></tr><tr><td>18:00 – 19:00</td><td>Registration &amp; Dinner</td><td>-</td></tr><tr><td>19:00 – 19:15</td><td>Announcement by #StartupLokal</td><td>#StartupLokal (Nuniek)</td></tr><tr><td>19:15 – 19:30</td><td>Short Presentation “What is NFC”</td><td>Rino Santoso (Director &#8211; Suma Mobile)</td></tr><tr><td>19:30 – 20:30</td><td>Talkshow / Panel Discussion NFC</td><td>Rino Santoso (Director &#8211; Suma Mobile)Shieny Aprilia (Legion Lead &#8211; Agate Studio)Revie Pitono (Senior Developer &#8211; Elasitas)Upik Sidarta (Developer Manager &#8211; Nokia Indonesia)</td></tr><tr><td>20:30 &#8211; 20:45</td><td>Announcement Winner Create 4 Millions &amp;“Smash Mania” Competition</td><td>Maretha Dewi (Nokia Indonesia)</td></tr><tr><td>20:45 – 21:00</td><td>Wrap Up</td><td>Narenda Wicaksono (Nokia Indonesia)</td></tr></thead></table><p>Free Event! Registration recommended. Dinner is served for the first 100 persons, so come early! Bring lots and lots of business card, heavy networking here!</p><p>Below is a longer video of what extend the NFC technology will do in the future</p><p><iframe
src="http://www.youtube.com/embed/dj8UzWh_83I" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2011/11/20/sl-19/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Sribu.com &amp; #StartupLokal T-Shirt Design Contest</title><link>http://startuplokal.org/2011/11/04/sribu-com-with-startuplokal/</link> <comments>http://startuplokal.org/2011/11/04/sribu-com-with-startuplokal/#comments</comments> <pubDate>Thu, 03 Nov 2011 19:29:33 +0000</pubDate> <dc:creator>#StartupLokal</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <category><![CDATA[Sribu.com]]></category><guid
isPermaLink="false">http://startuplokal.org/?p=1587</guid> <description><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/11/Tangkapan-layar-penuh-04112011-23036-300x200.jpg"/></p>We are happy to announce that #StartupLokal will soon be having our own T-shirt! Cooperating with #StartupLokal Sribu.com as a design crowdsourcing website, we are hoping to get the best design and concept from hundreds of talented individuals. If you are also a designer yourself, please do join with us at this contest. The terms [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/11/Tangkapan-layar-penuh-04112011-23036-300x200.jpg"/></p><p>We are happy to announce that #StartupLokal will soon be having our own T-shirt! Cooperating with #StartupLokal <a
href="http://www.sribu.com" target="_blank">Sribu.com</a> as a design crowdsourcing website, we are hoping to get the best design and concept from hundreds of talented individuals. If you are also a designer yourself, please do join with us at this contest. The terms are really-really easy:</p><div
class='et-box et-shadow'><div
class='et-box-content'><ul><li>Access <strong><a
href="http://sribu.com/detil_kontes_gallery/4900/236/page/1">http://sribu.com/detil_kontes_gallery/4900/236/page/1</a></strong> for the competition page</li><li>For the guidelines, there is no specific terms and conditions, all is based on your creativity. But there is some minor technical boundaries, as explained below.</li><li>The T-shirt should be able to be printed on white or black tees. Two design samples over white and over black is highly recommended.</li><li>We will use screen printing, not digital printing. Thus, we require you to use minimal colors and less gradation.</li><li>Printing can use special effect such as beveled ink/beveled rubber if needed.</li><li>Design doesn&#8217;t have to have the word StartupLokal, but more on startups. For instance, motivational or inspiring words, or graphic designs.</li><li>Unisex, should be wearable to male or female.</li><li>Design is only for in front of the T-shirt. The back of the T-shirt will be printed with the #StartupLokal logo and the website address www.startuplokal.org.</li><li>Example of mock up design: http://startuplokal.org/wp-content/uploads/2011/08/tshirt-v1.jpg but you are not require to make a similar to this. You are free to design anyway you like.</li><li><strong>One winner will earn a prize Rp 1.200.000,- and 30% royalty from nett sales.</strong></li><li>For some other designs, with your permission, we will choose some and also be sold. Royalty will be given 30% from the nett sales.</li><li>Pricing will be determined by the #StartupLokal initiators. For T-shirts printed as gifts, royalty will not be given.</li></ul></div></div><p>We already have 308 designs now and the competition will be closed in 70 hours! So hurry, create your own version of #StartupLokal T-shirt and see it being worn by local startups!</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://startuplokal.org/2011/11/04/sribu-com-with-startuplokal/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced
Content Delivery Network via cdn.startuplokal.org

Served from: startuplokal.org @ 2012-02-23 09:53:47 -->
